Jumat, 11 Maret 2011

Sinetron Putri Yang Ditukar



Sinetron Putri Yang Ditukar

Pemain Sinetron Putri Yang Ditukar

* Rezky Aditya
* Nikita Willy
* Yasmine Wildblood
* Glenn Alinskie
* Citra Kirana
* Marini Zumarni, dkk.

Amira dan Zahira memiliki kehidupan yang berbeda. Amira hidup sederhana bersama kedua orang tuanya, Ihsan dan Utari. Sedangkan Zahira hidup mewah bersama kedua orang tuanya, Prabu dan Aini, serta ibu tiri Selena dan kakak tiri Meisya.

Tidak seperti Amira yang hidup penuh cinta dalam keluarganya. Sedangkan Zahira, walaupun mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari kedua orang tuanya, tetapi ia selalu mendapat perlakuan tidak baik dari Selena dan Meisya. Arman lah, supir pribadinya, satu-satunya orang di rumah yang tahu perihal itu, dan selalu membuat Zahira tegar.

Tanpa seorang pun tahu, Zahira sebenarnya adalah anak Ihsan dan Utari. Sedangkan Amira adalah anak Prabu dan Aini. Wisnu yang dendam pada Prabu karena telah membuatnya cacat, menukarkan kedua bayi tersebut yang lahir bersamaan. Wisnu ingin memberi Prabu pelajaran, karena ia mengasuh anak dari musuh bubuyutannya, Ihsan, yang adalah cinta sejati istri keduanya, Aini. Wisnu pun yang pernah berjanji untuk menjodohkan anaknya dengan anak Ihsan dan Utari pun menitipkan anaknya ke Surti, pembantu di keluarga Prabu. Dan anaknya itu adalah Arman.

Kerumitan terjadi saat masing-masing keduanya dipertemukan, Amira dan Zahira. Amira pun bertemu secara tidak sengaja dengan Prabu dan Aini. Amira pun bertemu dan berkenalan dengan Zahira dan Arman, saat ia mengalami kecelakaan karena hampir ditabrak oleh pemuda kaya bernama Rizqi.

Amira semakin bingung ketika Prabu, Aini & Zahira datang ke pemakaman ayahnya, Ihsan. Amira yang sedang bersedih langsung shock ketika Prabu mengenalkan namanya, karena Amira mendengar bahwa Prabu lah yang menyebabkan ayahnya meninggal dunia.

Waktu pun terus bergulir, dan mereka semua seperi hidup dalam lingkaran yang tidak terputus. Akankah kebenaran akan terungkap?.. bagaimanakah reaksi Amira dan Zahira ketika tahu kebenarannya?..

Cara Latihan Sepak Bola 'Ala' Lionel Messi


Latihana bermain bola seperti Lionel Messi? yang harus Anda lakukan adalah  menghabiskan waktu dengan bola, sebanyak mugkin . Tidak ada solusi ajaib selain praktek lebih banyak dan dari hari ke hari. Apakah itu menggiring bola di dalam dan sekitar kerucut, sekitar pemain imajiner, sekitar perabotan di rumah, dan atau dalam permainan pickup kapan pun Anda bisa, Anda pada dasarnya harus mencintai permainan jika anda ingin bermain seperti Messi karena itulah bagaimana dia menjadi pemain hebat. Dia mengasihi permainan dan dengan demikian ingin menguasai bola dan permainan.
leonel messi latihan
Messi ditanya sekali dalam cerita Guardian luar biasa bagaimana ia bisa bermain bola begitu baik, ia berkata:
‘Pertama-tama Anda harus mencintai permainan. ” Berapa banyak? ‘Yah … dari usia tiga tahun saya bermain setiap hari: setiap pagi, sore dan malam hari. Di dalam rumah, juga. Terkadang Aku merusak barang-barang. Ibuku akan menjadi gila … ‘
Untuk menjadi pemain seperti Messi, Anda harus menggiring bola dengan setiap langkah kaki ketika Anda berjalan, jogging, atau berlari dengan bola. Dengan cara ini Anda mengembangkan kontrol yang dekat dan dapat memotong bola menjauh dari lawan bila Anda perlu. Messi selalu memiliki bola dekat dengan dia dan memiliki sejumlah gigi dia bisa pindah ke, dari perlahan jogging bersama untuk pengisian pada Peamin belakang- ia menggoda mereka pada awalnya dengan menggerakkan panah lambat dan kemudian di sekitar mereka dengan perubahan kecepatan. Itu rahasia, perubahan kecepatan saat dia pergi oleh seorang Peamin belakang. Pertama itu lambat, lambat, lambat dan kemudian dia meledak melewati mereka dengan kecepatan. Dan dia akan memotong bola di kedua arah, ke dalam atau ke luar.itu lah gaya permainan messi.
messi latihan
Beberapa poin tentang cara bermain seperti Messi:
* Luangkan waktu dengan bola setiap hari menenun dan keluar dari kerucut atau Peamin belakang buatan
* Sentuh bola dengan setiap langkah menggiring bola ketika Anda mendribling bola
* Pergi  lambat ke pemain belakang musuh untuk menarik  mereka dan kemudian meledak melewati mereka dengan kecepatan
* Bermain  satu dan dua sentuhan , jangan memaksa menggiring bola
* Shield bola dengan tubuh Anda dan melindunginya
* Jangan menyerah di bermain
* Mengatur pemain sampai dengan memvariasikan bermain Anda sehingga mereka tidak tahu apa yang akan Anda lakukan – bermain satu sentuhan kadang-kadang dan menggiring bola ketika Anda satu-satu atau dalam menyerang ketiga
Messi mungkin tidak begitu besar atau tinggi, tapi itulah mengapa ia memiliki julukan Kutu Atom, dia kecil tapi kuat. Dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi bola dan tidak akan terdorong dari bola. Dia memiliki pusat gravitasi rendah dan akan bertarung dengan yang terbaik dari pembela untuk menjaga bola.

Rabu, 09 Maret 2011

Ronaldo & Rooney Menangkan MU


Cronaldomonteforteisi_1
Roma - Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney tampil sebagai pahlawan Manchester United dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions melawan AS Roma. Dua gol mereka membuat MU menang 2-0.
Stadion Olimpico Roma, Rabu (2/4/2008) dinihari WIB, sontak terdiam saat Ronaldo membobol gawang Roma di menit 39 serta waktu Rooney melakukan hal yang sama pada menit ke-66.
Kemenangan 2-0 di kandang lawan ini membuat MU sudah sangat dekat dengan satu tempat di semifinal. Roma harus menang dengan selisih minimal tiga gol di leg kedua untuk bisa merebut tiket empat besar.
Jalannya pertandingan
Peluang pertama dalam pertandingan ini baru tercipta pada menit ke-15. Adalah Roma yang mengancam. Dari sebuah sepak pojok, Christian Panucci menyambut bola dengan tandukannya. Bola melayang di atas mistar gawang MU.
Roma kembali memperoleh kesempatan membobol gawang MU, kali ini melalui Mirko Vucinic di menit 27. Sepakan dari luar kotak penalti yang dilepaskan penyerang Giallorossi itu juga masih melambung.
Kesulitan menembus rapatnya pertahanan Roma, MU justru berhasil pada kesempatan emas pertama di menit 39. Paul Scholes yang lolos di dalam kotak penalti melepaskan umpan silang yang langsung disambar Ronaldo dengan sundulannya. Bola meluncur masuk gawang Roma yang dikawal Alexander Doni. 1-0 untuk ‘Setan Merah’.
Empat menit sebelum jeda, Vucinic lagi-lagi mengancam. Lolos dari kepungan pemain belakang MU, Vucinic melepaskan tendangan kaki kanan pelan dari jarak tiga meter dari gawang MU. Namun upaya bomber berkebangsaan Montenegro itu masih melebar.
Baru lima menit babak kedua berjalan, Max Tonetto nyaris membuat Roma menyamakan skor. Umpan sodoran Vucinic disikat Tonetto dengan kaki kirinya, namun hasilnya bola justru melambung jauh.
Tak sampai semenit kemudian, lagi-lagi Tonetto yang mengancam. Melepas sebuah crossing, bola dari bek kiri Roma itu justru menuju gawang MU. Kiper MU Edwin van der Sar dengan sigap menepis bola keluar lapangan.
Roma masih terus mendominasi permainan di babak kedua. Menit 61, sundulan Vucinic harus ditepis dengan susah payah oleh Van Der Sar dari depan gawangnya. Selamatlah gawang Red Devils untuk sementara.
Terus ditekan, lagi-lagi MU justru mencuri peluang. Di menit ke-66, Wayne Rooney memperlebar keunggulan anak-anak asuhan Sir Alex Ferguson itu menjadi 2-0 melalui golnya.
Gol Rooney diawali oleh umpan silang Wes Brown yang disambut sundulan Park Ji-sung. Bola yang sebetulnya mudah gagal ditangkap oleh Doni, kiper Roma. Bola liar kemudian disambar Rooney untuk merobek gawang Roma.
Tak sampai semenit, MU seharusnya bisa unggul 3-0. Ronaldo yang menggiring bola di luar kotak penalti Roma menembakkan bola ke arah gawang. Roma beruntung karena bola masih bisa ditepis Doni dan meski membentur tiang, bola tetap gagal menjadi gol.
Setelah gol kedua MU, permainan Roma mulai kacau. Akibatnya, Ronaldo dkk bisa sedikit leluasa membangun serangan. Michael Carrick nyaris mencetak gol di menit 71 andai tendangan kerasnya dari luar kotak penalti tidak melebar.
Satu menit sebelum peluit akhir, giliran Ronaldo yang hampir menambah skor. Bermula dari pergerakan Carlos Tevez di sisi kiri, bola kemudian dikirim ke Ronaldo. Gol gagal tercipta karena sepakan Ronaldo masih terlalu tinggi.
Kedudukan 2-0 bagi MU pun tetap bertahan saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Kesetiaan Alex


Oleh Anton Sanjoyo (Diambil dari Kompas, 4 November 2010)
Ketika sepak bola menjelma menjadi industri raksasa dan kapital menjadi nakhodanya, ketika itu pula tradisi dan jejak sejarah sebuah klub berubah menjadi fatamorgana. Ada tetapi tiada. Di negara-negara utama sepak bola Eropa, gejala ini begitu kentara dan meninggalkan pertanyaan besar, terutama tentang jati diri klub.
Real Madrid, misalnya, sebagian kita tak lagi ingat benar, kepada siapa ingatan sejarah hebatnya terwakilkan. Segera setelah Raul Gonzalez Blanco meninggalkan klub superkaya itu, pengetahuan kita tentang mereka hanyalah sekumpulan bintang yang datang karena didorong oleh egoisme dan terutama uang. Siapa pemain yang kita ingat keberadaannya di Bernabeu lebih karena cinta, sejarah, dan tradisi? Tidak, atau paling tidak belum pada diri Cristiano Ronaldo, Kaka, Karim Benzema, apalagi Mezut Oezil atau Angel di Maria.
Real Madrid boleh mengklaim diri sebagai klub tersukses di dunia, dari sisi prestasi atau peringkat kekayaan versi Deloitte. Namun, dalam dua dekade terakhir, mereka tak lebih baik dari sisi sejarah dan tradisi ketimbang, misalnya, Barcelona, Manchester United, atau Juventus yang tidak sekadar memburu gelar dengan membeli pemain-pemain terbaik di dunia, tetapi juga melahirkan ikon dari tim yunior dan memelihara kesetiaan pemain bintangnya untuk menjaga sejarah dan tradisi.
Hari Sabtu pekan lalu di Stadion San Siro, Milan, Alessandro del Piero mencatat sejarah, bukan saja bagi dirinya sendiri, tetapi terlebih bagi Juventus, klub yang setia ditungguinya, bahkan pada kondisi paling kelam sekalipun. Di hadapan pendukung fanatik AC Milan, Alex del Piero, selain mencetak gol untuk kemenangan ”Sang Nyonya Besar”, juga menatahkan rekor pencetak gol terbanyak bagi Juve di Serie A dengan 179 gol. Alex mematahkan rekor milik legenda ”Tim Zebra”, Giampiero Boniperti, yang mengukir 178 gol sejak bergabung dengan Juve pada 1946-1961.
Pada era ketika uang adalah segala-galanya dan menggiring sepak bola ke arah industri dan bisnis yang cenderung tak menghormati etika, Alex adalah sebuah kekecualian. Bagi Alex, Juventus yang dibelanya sejak 1993 adalah rumah dan keluarga yang kostumnya akan dipakai sampai mati. ”Tak ada rekor lagi yang harus dikejar. Saya ingin terus bermain untuk Juventus, domestik maupun internasional,” ujar Alex yang total tampil 466 kali bagi Juventus di Liga Italia. ”Saya tak akan mengenakan kostum lain di Italia,” lanjut Alex, yang tahun ini memasuki usia 36 dan dikabarkan ramai diincar klub-klub Amerika Serikat.
Terlahir dari keluarga kelas menengah bawah di Veneto, Alex kecil mulai gemar menendang bola ketika usianya belum genap lima tahun. Meski halaman belakangnya tidak terlalu luas, Alex menghabiskan waktu bermainnya di sana menendang bola dengan dua temannya, Nelso dan Pierpaolo. Mereka punya mimpi besar, menjadi pemain hebat, tetapi hanya Alex yang mencapainya.
Pada usia tujuh tahun, Alex bergabung dengan tim yunior San Vendemiano, yang tempat berlatihnya dekat dengan rumah keluarga Alex di Saccon. Meski sering bermain di banyak posisi, Alex yang bangun tubuhnya tak terlalu tinggi, 173 sentimeter, menunjukkan bakat yang hebat di posisi penyerang. Pemandu bakat klub Padova-lah yang melihat betapa potensialnya Alex dan segera merekrut ke Padova Calcio. Pada usia 13 tahun Alex meninggalkan rumah orangtuanya meniti karier sebagai pesepak bola profesional.
Pada 1993 Alex hijrah ke Turin untuk memperkuat klub idolanya sejak kecil, Juventus, dan mencetak debut Serie A saat menghadapi Foggia. Bersama Juventus, Alex merebut tujuh gelar Serie A, Liga Champions (1996), dan Piala Intercontinental. Musim terbaik Alex bersama ”La Vecchia Signora” terjadi pada 1997-1998 saat mencetak 21 gol di Serie A dan menjadi top scorer Liga Champions dengan 10 gol.
Kecintaan Alex pada Juve dibuktikan saat timnya dihantam prahara suap pada 2006 dan didegradasi ke Serie B. Saat sejumlah bintangnya memilih hijrah ke klub lain karena tak tahan ”menderita”, Alex menjadi inspirasi Juve untuk kembali ke Serie A semusim kemudian. Sampai sekarang Juve masih merasakan dampak dari calciopoli itu dan masih berjuang untuk mengembalikan kebesaran namanya, dan tetap bersama Alex sebagai inspirator.
Diimpit oleh kekuasaan uang duet Milan, Internazionale dan AC Milan, Juventus memang sangat membutuhkan figur Alex untuk mengembalikan kejayaan Sang Nyonya Besar. Jika Juve dan Alex bisa mempertahankan penampilan briliannya seperti di San Siro, tampaknya mereka tinggal menghitung hari.
Di San Siro, Alex menunjukkan kepada lawannya bahwa sepak bola bukan sekadar ambisi meraih gelar, seperti yang dilakukan Zlatan Ibrahimovic. Ibra, memilih meninggalkan Alex ketika Juventus dilanda bencana pada 2006. Ibra berlabuh di Inter Milan, lantas hijrah ke Barcelona sebelum memakai kostum merah-hitam AC Milan hari Sabtu lalu.
Tak ada yang salah dengan ambisi Ibra untuk meraih gelar, tetapi Alex menunjukkan kepada kita semua bahwa sepak bola memang tidak sekadar uang dan gelar. Ada nilai-nilai kesetiaan yang tak lekang dimakan zaman dan kekuasaan uang. Ada keindahan Alex del Piero yang tak pernah pudar meski usianya tak muda lagi. Di San Siro, Alex mengingatkan orang masa jayanya sebagai play maker sekaligus pencetak gol andal lewat gol cantiknya yang ke-179.

Cara Melakukan Tendangan Bebas Ala Cristiano Ronaldo

1. Kamu harus pasti bahwa kamu akan menendang bola pas pada pentilnya.
2. Taruh kaki kirimu di samping bola dan ambil 5 atau 6 langkah ke belakang.
3. Fokus ke bola dan pikirkan kemana kamu mau mengarahkan bola.
4. Berlari ke bola dengan 4 langkah besar.
5. Lari dengan menggunakan ujung kaki, tendang bola pas pada pentilnya dengan menggunakan kaki bagian ini










     dan letakan kakimu seperti ini

     
6. Saat menendang membungkuk ke arah bola sampai kamu selesai menendang bola. Seperti ini








7. Rayakan jika bola yang kamu tendang masuk ke dalam bola.

Cara Melakukan Tendangan Bebas Ala David Beckham


1. Ambil 5 atau 6 langkah ke belakang.
2. Taruh kaki kirimu di depan kaki kananmu, seperti ini












3. Lari untuk menendang bola dan saat ingin menendang, bungkukkan badan ke belakang, seperti ini

















4. Tendang bola di bagian ini

















5. Tendang bola dengan menggunakan kaki bagian ini

















6. Saat menendang bola, buang tangan kamu seperti ini













7. Rayakan jika bola masuk ke gawang.
1. Ambil 5 atau 6 langkah ke belakang.
2. Taruh kaki kirimu di depan kaki kananmu, seperti ini












3. Lari untuk menendang bola dan saat ingin menendang, bungkukkan badan ke belakang, seperti ini

















4. Tendang bola di bagian ini

















5. Tendang bola dengan menggunakan kaki bagian ini

















6. Saat menendang bola, buang tangan kamu seperti ini













7. Rayakan jika bola masuk ke gawang.

Trik Jitu Sepak Bola

Trik Jitu Sepak Bola

Bukan Sepak Bola Biasa
Perkembangan gaya bermain sepakbola memang berubah sangat progresif dari masa ke masa. Mulai dari gaya bermain suatu tim yang kuno seperti kick and rush-nya Inggris atau pertahanan Grendel ala Italia, ke gaya yang lebih modern yang mengutamakan penguasaan bola atau ball posession. Saat ini bahkan sepak bola bermetamorfosis lagi, menjadi suatu permainan yang atraktif dengan beberapa trik dalam permainannya.
Tehnik mengolah bola juga berubah seiring berjalannya waktu. Cara passing, drible, shooting, dan lain sebaginya, berkembang dari tehnik standar ke tehnik baru. Tehnik dribling baru seperti ”roulette de Zidane” alias gerakan memutarnya zidane ketika dia sedang membawa bola merupakan contoh kreasi baru dalam tehnik sepakbola yang membuat sepakbola semakin indah dan memukau.
Perkembangan tehnik dari masa ke masa ini melahirkan keinginan para pemain bola untuk berkreasi melahirkan sesuatu yang baru di dalam sepakbola. mereka ingin menciptakan keindahan yang lebih besar dalam sepakbola. Mungkin terinspirasi dari permainan indah para pemain Brazil, beberapa pemain sepak bola baik yang amatir dan professional melakukan percobaan demi percobaan menciptakan gerakan dan tehnik baru. Dari percobaan-percobaan ini muncullah sebuah gebrakan baru dari olah raga sepakbola, yaitu freestyle soccer.
Freestyle soccer adalah sejenis gabungan antara olah raga sepak bola dan keindahan. Keindahan disini tercipta ketika gerakan sepak bola yang sudah divariasikan bertemu dengan gerakan-gerakan lainya seperti gerakan breakdance, akrobat, dll. Dalam freestyle soccer tidakada lagi aturan-aturan dan tehnik standar permainan sepak bola yang dipraktekan.
Tidak seperti ‘sepak bola biasa’ yang harus dimainkan oleh satu tim berjumlah 11 orang, freestyle soccer bisa dimainkan dengan jumlah pemain yang lebih flexibel, bahkan boleh dimainkan oleh satu orang saja. Seorang freestyler (panggilan untuk pemain freestyle soccer) biasanya mengolah si kulit bundar dengan menggunakan kaki, kepala, punggung, dan bagian tubuh lainya. Freestyler akan menggunakan bagian tubuhnya untuk menciptakan suatu trik yang unik dan dapat membuat tiap mata yang menyaksikannya terkagum-kagum. tapi hal ini juga bukan berarti freestyle soccer hanya bersifat permainan individu. Freestyle soccer tentu saja bisa dipraktekkan face to face di dalam sebuah pertandingan.

Kapan Freestyle soccer diciptakan?

Sebenarnya tidak ada satu pihakpun yang pernah mengklaim dirinya pernah menciptakan freestyle soccer. Freestyle soccer mulai berkembang di pertengahan 90’an dan populer di periode selanjutnya. Awalnya permainan sepak bola indah yang diperlihatkan Pele dan Maradona menjadi dasar inspirasi freestyle soccer. Perkembangan freestyle soccer juga tidak bisa dipungkiri lahir dan terinspirasi dari freestyle basketball yang sudah ada. Inovasi dalam olah raganya si Michael Jordan itu lahir lebih awal dari freestyle soccer dan mempengaruhi para pemain bola dan soccer freestyler untuk mengembangkan tehnik-tehnik baru dalam sepakbola.
Iklan perusahaan apparel seperti nike dan adidas di akhir tahun 1990-an dan awal periode 2000-an yang berisi pendramatisan cara bermain sepak bola oleh bintang-bintang sepakbola ternama juga menjadi faktor perangsang lahirnya freestyle soccer. Tengok saja iklan-iklan Nike yang bertema ”joga bonito” pada periode Piala Dunia 2006. Dalam kampanye tersebut nike memperlihatkan bahwa saat ini sepakbola sudah menjadi lebih berwarna dengan cara bermain yang indah.
Belum lagi muncul atlet-atlet yang konsentrasi di cabang freestyle soccer, seperti Nam the Man, Pale, Abbas farid, . Orang-orang ini muncul dan terkenal sebagai masternya freestyle soccer karena skill mereka mengolah bola dengan trik memang luar biasa. Mereka berdua sering tampil ’gila’ di depan para penonton di eksibisi maupun pertandingan freestyle soccer.
Sejak saat itu, para penggila freestyle soccer di seluruh dunia mulai membentuk komunitas Freestyle soccer dan mulai berkembang di wilayah Eropa dan Amerika Selatan melalui jaringan internet. Video amatir freestyle soccer mulai memenuhi ruang cyber dan banyak orang yang tertarik bertukar atau mengunduhnya. Lambat laun komunitas Freestyle soccer menjamur ke seluruh dunia, tak terkecuali Asia khususnya Indonesia. Sekarang yang menjadi daerah pusat komunitas freestyle soccer adalah negara Belanda dan Brazil.

Bagaimana trik freestyle soccer dimainkan?
Dalam ‘one man show’ seorang freestyler akan memainkan beberapa trik. Trik dalam freestyle soccer pada dasarnya dibagi menjadi 3 jenis:
  1. Juggling = memantulkan bola menggunakan kaki atau kepala berulang kali.
Salah satu trik dalam juggling yang terkenal dinamakan “around the world” (ATW). Around the world adalah tehnik memutarkan kaki melingkar mengitari bola ketika bola terpantul di udara. Untuk lebih jelasnya liat aja gambar di samping ini.

Sebenarnya masih banyak lagi trik-trik lain seperti pancake dan hop around the world, tapi mungkin akan dibahas di posting selanjutnya.
2) Controlling = Mengontrol bola agar tetap menempel di kepala, kaki, punggung.
Ini adalah teknik mengontrol bola dengan kepala dan punggung.

Coba tanya saja kepada Nam the Man bagaimana melakukan controlling bola. Pria berdarah Vietnam ini memang gila dalam mengontrol bola, sehingga dijuluki “The magnetic”. Dia bisa menempelkan bola ke seluruh bagian tubuhnya sambil salto, berakrobat, dan gerakan lain yang dianggap mustahil.




3) Dribbling = membawa bola menggunakan kaki untuk menipu lawan.
Khusus untuk dribbling, para freestyler sering mengadu skill mereka dalam pertandingan 0ne on one atau di Belanda lebih sering disebut “panna”. Panna adalah sejenis game adu dribel dalam sebuah lapangan kecil persegi panjang dan bergawang mini. Siapa yang paling banyak menipu lawannya dan mencetak gol dialah yang menang.

Di lapang yang sesungguhnya, para pemain bola juga sering melakukan trik-trik cantik untuk mengelabui lawan atau sekedar meghibur penonton. Inilah berbagai trik dan pemain yang biasa melakukannya:
1) Step over : kaki melangkahi bola berulang-ulang.

Pemain pengguna : C.Ronaldo, Robinho.


2) Flip-Flap : menyentuh bola dengan menggunakan kaki bagian luar, lalu menarik bola kembali ke depan.
6_flip-flap
Pemain pengguna : Ronaldinho, C.Ronaldo

3) Hocus Pocus : menyilangkan kaki untuk membuat gerakan tipuan.
francesco-totti1
Pemain pengguna : Ronaldinho, Totti
4) Rabona : menendang bola dengan menyilangkan kaki.
Pemain pengguna : C.Ronaldo, Maradona

5) Nutmeg : Bola melewati selangkangan lawan.
Pemain pengguna :kebanyakan pemain bola

6) Roulette de Zidane : Tubuh berputar ketika membawa bola
Pemain Pengguna : Zinedine Zidane

7) Rainbow : Mengangkat bola dengan tumit (double heel kick) untuk melewati lawan
u1_okochaPemain Pengguna : Jay-jay Okocha, Ilhan Mansiz.